pariwisata kabupaten malang

Menu

3 Hari Putus Cinta, Pemuda Ngajum Tusukkan Pecahan Kaca, Luka 3 Centimeter Bisa Sebabkan “Kematian”

  Dibaca : 420 kali
3 Hari Putus Cinta, Pemuda Ngajum Tusukkan Pecahan Kaca, Luka 3 Centimeter Bisa Sebabkan “Kematian”
ANGKAT : anggota SAR turut mengangkat jenazah ke mobil ambulan puskesmas Ngajum. (sos)
space ads post kiri

Malang, Memo X-Ada luka tusuk sepanjang 3 Cm, di paha Angky Andriansyah (18) pemuda Sembon, Desa/Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Jumat (13/10/2017) jelang Maghrib, ia meninggal. Tragis kisah di balik musibah korban.

“Meninggalnya korban karena bunuh diri. Ada saksi. Kami sudah olah kejadian dan tim identifikasi Polres Malang juga turun ke lokasi kejadian, ” terang Kapolsek Ngajum, AKP Gianto, kepada Memo-x.com, Jumat malam.

Diwawancarai terpisah, Setyo Budi, Kepala Desa Ngajum, memberikan keterangan saat ditemui di halaman Instalasi Forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang. Latar belakang kejadian bermula dari asmara korban yang tidak direstui karena pertimbangan tertentu.

Menurut Setyo, korban mengalami putus asa karena putus dengan kekasihnya. “Dia putus dengan pacarnya. Dari pihak orangtua pacar tidak merestui hubungannya. Pacarnya masih sekolah, masih SMP kelas III,”  urai Setyo Budi.

Sepengetahuan Setyo, kejadian bermula Jumat siang. Sekitar pukul 14.00, korban berada di rumah Gini, bibinya. Sang bibi sedang bepergian. Siang itu, korban kedatangan sang pujaan hatinya.

Sebut saja Kembang–bukan nama sebenarnya (16) masih sekolah, menemui korban untuk mengembalikan hp. Keduanya baru putus hubungan 3 hari lalu. Hp itu milik korban yang sengaja dipinjamkan kepada Kembang.

Pukul 14.30, Kembang tidak banyak berbicara. Ia menaruh Hp di atas meja. Ia bermaksud mengembalikannya. Korban lalu menuju ke luar dan membuang kartu dalam ponsel. Ia kembali duduk.

Berat hati, Kembang berpamitan. Saat beranjak ke luar ruang tamu itulah, korban memekikkan sekalimat getir. “Aku kalau tidak memilikimu, lebih baik mati saja,”. Bareng Kembang di luar rumah, ia mendengar suara teriakan korban memanggil ibunya.

Kembang kembali masuk dan terkejut. Ia berteriak meminta tolong. Saksi juga memanggil ibu korban. Siang itu, korban yang masih lemas ditolong keluarganya. Luka sobek akibat pecahan kaca ditutupi. Namun darah terus mengalir. Tidak ada yang menyangka, bagian tersebut cukup vital.

Keluarga sudah berusaha mencari pertolongan. Korban dibawa naik sepeda motor menuju Puskesmas Ngajum. Uniknya, kondisi korban seperti itu justru tidak ditanggapi serius. “Lalu disarankan ke rumah sakit,” ungkap Sumber Memo-X.

Sekitar pukul 16.00, menurut Sumber Memo-X, korban diantarkan ke UGD RSUD Kanjuruhan Kepanjen. “Korban meninggal dalam perjalanan. Perkiraan di perempatan Kepanjen,” urai Sumber Memo-X.

Paman korban, Slamet, seorang anggota SAR menuturkan, kondisi keluarga korban, bukanlah keluarga berada. Begitu juga disebutkan Sumber Memo-X, korban merupakan anak sulung dari beberapa saudaranya yang masih kecil.

Banyak komentar terhadap kejadian ini. Seandainya, kondisi korban bisa segera ditangani cepat dan serius secara medis, mungkin nyawanya terselamatkan. Pihak kepolisian menduga, korban meninggal dunia akibat terus menerusnya darah yang mengalir.

“Kalau ditangani cepat dan orang paham kondisi luka itu berbahaya bagi keselamatannya, bisa saja tertolong,” ungkap Sumber Memo-X yang enggan disebutkan namanya. (sos)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional