pariwisata kabupaten malang

Menu

Proteksi Anak Didik, Kurikulum Anti Narkoba Diberlakukan Bulan Depan di Kabupaten Malang

  Dibaca : 344 kali
Proteksi Anak Didik, Kurikulum Anti Narkoba Diberlakukan Bulan Depan di Kabupaten Malang
space ads post kiri

Malang, Memo X—- Polres Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kurikulum Pencegahan Narkoba di sekolah-sekolah se Kabupaten Malang. Tujuannya, untuk memutus mata rantai penyebaran narkoba ke sekolah.

Apalagi, saat ini Indonesia telah darurat narkoba. Bahkan data pengguna aktif narkoba di Negeri ini mencapai 6 juta orang. Tak hanya itu, 15 ribu orang telah meninggal dunia dalam setiap tahun, atau sekitar 41 orang meninggal dalam setiap hari akibat barang haram tersebut.

“Bahwa Indonesia saat ini sudah darurat narkoba, dari beberapa kesempatan disampaikan oleh bapak Presiden dan Kepala BNN. Hal ini ditunjukkan dengan data data bahwa data pengguna aktif narkoba di Indonesia sudah mencapai 6 juta orang. 15 ribu orang meninggal dunia setiap tahun atau 41 per hari karena narkoba,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, dalam sambutannya, Sabtu (14/10/2017).

Menurutnya, pola penanggulangan narkoba hanya ada dua stratategi yaitu menekan demand dan memotong supply. Menekan demand dimaksud adalah dilakukan melalui cara pencegahan narkoba dan edukasi.

“Pola penanggulangan narkoba ada dua pola yaitu menekan deman dan memotong supply. Kegiatan hari ini adalah dalam rangka menekan demand,” terangnya.

Sementara, kata Ujung, memotong supply dimaksud adalah dengan cara penegakan hukum dan pemberantasan serta penangkapan yang dilakukan oleh Polri dan memprosesnya secara pidana.

Dijelaskan, ada fenomena yang terjadi dari para mafia bandar narkoba untuk menggeser pasar mereka ke arah para generasi muda, yaitu anak anak usia sekolah. Padahal, generasi muda adalah penerus bangsa.

“Maju mundurnya negara kita pada 10 atau 20 tahun ke depan tergantung generasi muda. Kalau mereka sejak dini sudah terpapar narkoba maka negara ke depan akan hancur. Untuk itu perlu kita bentengi dan berikan kesadaran “self defence” kepada mereka melalui pendidikan anti narkoba,” urai Kapolres.

Selama ini pola pola pencegahan sudah dilakukan tetapi masih kurang terstruktur dan terpola dengan baik. Sebab itu perlu kesepahaman bersama untuk memutus mata rantai penyebaran narkoba di kalangan generasi muda. Perlu adanya kurikulum pendidikan anti narkoba kepada para anak sekolah di seluruh kabupaten Malang.

“Untuk mencegah narkoba di kalangan generasi muda melalui memasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan anti narkoba,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, teknisnya saat ini untuk sementara kurikulum pendidikan anti narkoba akan dimasukkan dalam muatan lokal oleh pemkab Malang dengan dikeluarkannya SK Bupati Malang untuk kurikulum pencegahan narkoba kepada SD dan SMP di kabupaten Malang.

“Selanjutnya akan dibuat dalam bentuk Peraturan Daerah setelah disetujui oleh DPRD,” tukasnya.

Dikatakan, untuk tingkat SMA/SMK serta MI, MTs, dan MAN yang di bawah Kementerian Agama, segera menyusul ditindaklanjuti. Lanjut Ujung, mulai bulan depan, pihaknya akan masuk ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan materi mata pelajaran pencegahan narkoba.

“Personelnya gabungan antara Satbinmas, Satnarkoba dan BNN Kabupaten Malang,” tambahnya.

Hadir dalam acara penandatanganan MoU itu, antara lain, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Bupati Malang Rendra Kresna, Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kepala BNN Kabupaten Malang, Perwakilan guru dan Ormas, Wakapolres Malang, PJU Polres, Kapolsek, dan Bhabinkamtibmas Polres Malang. (met/yan)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional