pariwisata kabupaten malang

Menu

Parkir Depan Tenda Proveder Diusir, Lapor ke Polisi

  Dibaca : 555 kali
Parkir Depan Tenda Proveder Diusir, Lapor ke Polisi
Molyono saat adu mulut dengan karyawan Proveder (pix).
space ads post kiri

Probolinggo, Memo X Salah seorang warga yang akan makan di Jajanan Alun Alun Kota Probolinggo, mendadak ramai dan menimbulkan kemacetan di jalan tersebut. Pasalnya Mulyono (48) warga Jl Mastrib, Kelurahan Jrebang Kulon, Kecamatan Kanigaran bersitegang dengan salah satu rekanan PT Telkomsel yang berjualan di trotoar, depan kantor PT Telkom di Jl A. Yani. Pasalnya, mobil yang diparkir di depan tenda tersebut disuruh pindah karena menghalangi tenda. (14/10/2017).

Percekcokan adu mulut pun tak terhindarkan dan membuat jalan macet. Pria yang berprofesi sebagai pengacara itu juga melaporkan salah salah satu anggota di Dinas Satpol PP.

Jalan jadi macet akibat percekcokan warga vs proveder (pix)

Jalan jadi macet akibat percekcokan warga vs proveder (pix)

Jalan jadi macet akibat percekcokan warga vs proveder (pix)

Pelaporan itu terkait dengan dugaan pungli. Karena dari percekcokan Mulyono vs penjaga tenda, salah satu karyawan menyebutkan pihaknya sudah ijin, bahkan sudah membayar ke Satpol Pp.

Petugas Satpol PP, diduga telah menerima uang dari PT Telkomsel cabang Probolinggo. Besarannya, Rp 1,5 hingga 2 juta untuk pembayaran izin menggunakan tempat di Jl Ahmad Yani, selatan alun-alun.

Hanya saja, seluruh karyawan rekanan (pihak ketiga) PT Telkomsel, termasuk pimpinannya yang sempat berkomunikasi via seluler dengan Mulyono, tidak menyebut nama oknumnya. Mereka berani berjualan di atas trotoar dengan memasang dua tenda terbuka, karena memiliki rekomendasi dari Satpol PP.

Tak lama akirnya petugas Satpol PP datang ke lokasi, dan juga bersitegang dengan Mul. Dari apa yang di bicarakan tadi, dari pihak Pol PP tidak ada yang mengaku dan menegaskan, tidak ada petugas yang menerima uang.

Tak panjang lebar akhirnya Mulyono melaporkan dugaaan pungli yang dilakukan pegawai Dinas Satpol PP ke Polisi. Karena ada dugaan seperti yang disampaikan karyawan rekanan Telkomsel.

Mul langsung ke Polres Kota Probolinggo melaporkan kejadian tersebut, sebagai akibat ketegangan antara dirinya dengan rekanan PT Telkom. Sebelum bergegas ke Polres, Mul sempat meminta dua tenda di atas trotoar itu dibongkar saat itu juga.

“Pokoknya harus dibongkar sekarang. Karena tidak boleh menutup trotoar. Jika tidak dibongkar, kios ini akan saya tarik dengan mobil saya,” terangnya.

Di tempat terpisah saat berada di Polres Probolinggo Kota, Wiwik selaku kepala Sumber Daya Manusia (SDM) rekanan PT Telkomsel membantah, kalau perusahaannya telah memberi sejumlah uang ke oknum Satpol PP. Baik dirinya maupun seluruh karyawan serta pimpinan PT Teklkomsel.

“Jika memang ada kewajiban membayar izin, pihaknya tidak akan membayar ke oknum, tetapi akan membayar ke dinas pendapatan,” ujarnya.

“Kami ini perusahaan besar. Kalau memang membayar, ya kami bayar ke dispenda,” tambahnya.

Wiwik juga menjelaskan,untuk masalah ijinya tak jadi masalah. Menurutnya mulai dari dulu dari pihak DPPKA tidak pernah mempermasalahkan keberadaan stand tenda kami meski di atas trotoar.

“Ijin kami, seperti bener, spanduk dan yang lainnya diikuti langsung oleh dispenda (DPPKA), dan dari dulu Dispenda tidak pernah mempermasalahkan. Kita sudah lama ada disana,” tegas wanita Berjilbab tersebut. (pix/yan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional