pariwisata kabupaten malang

Menu

30 Anggota Dewan Madiun Terseret Korupsi Pasar Besar

  Dibaca : 382 kali
30 Anggota Dewan Madiun Terseret Korupsi Pasar Besar
ANGGOTA DEWAN : Sebanyak 12 anggota DPRD Kota Madiun dihadirkan dalam Pengadilan Tipikor Juanda, Sidoarjo lantaran ada dugaan fee mengalir ke anggota dewan Rp 2,6 miliar, Selasa (13/06/2017). (Memo X/Sudarmawan)
space ads post kiri

Sidoarjo, Memo X – Sidang lanjutan dugaan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) dan potongan tunjangan pegawai Pemkot Madiun dengan terdakwa, Walikota Madiun nonaktif, Bambang Irianto kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Timur di JL Raya Juanda, Sidoarjo, Selasa (13/06/2017). Sidang lanjutan kali ini agendanya menghadirkan 12 orang saksi yang semuanya anggota DPRD Kota Madiun.

Dalam sidang pemeriksaan saksi itu, semua saksi yang hadir dalam persidangan mengakui pernah menerima uang dari terdakwa, Bambang Irianto. Saksi mengaku kalau uang yang diberikan ke anggota dewan itu merupaksn uang pribadi milik terdakwa.

Dari 30 anggota dewan DPRD Madiun, semuanya mendapat fee dari terdakwa. Namun 30 anggota dewan sudah mengembalikan uang itu, termasuk 12 saksi anggota dewan yang memberikan kesaksian dalam fakta persidangan hari ini.

Seusai persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Fitroh mengatakan fee yang diberikan ke anggota dewan senilai Rp 2,6 miliar selama terdakwa menjabat Walikota Madiun.

Menurutnya, fee yang diberikan kepada anggota dewan itu bersumber dari potongan-potongan tunjangan pegawai yang dikumpulkan terdakwa dari SKPD se Kota Madiun termasuk dari pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM).

“Uang itu dikumpulkan melalui tiga orang yaitu Sadikun, Polo dan Purwanto. Uang itu potongan dari honorarium SKPD termasuk uang pembangunan Pasar Besar Madiun. Salah satu kegunaannya diberikan ke anggota DPRD atas perintah terdakwa. Ini kan sudah menyambungkan faktanya. Memang tidak dianggarkan,” katanya kepada Memo X, Selasa (13/06).

Sementara sidang bakal dilanjutkan, Jumat (16/06) dengan menghadirkan saksi Boni Laksmana dan Liana Rahmawati untuk dimintai keterangannya.  “Keterangan dua saksi itu sangat penting,” pungkas Fitroh.

Dalam sidang dengan terdakwa, Bambang Irianto ini masih puluhan saksi bakal dihadirkan JPU KPK. Hal ini disebabkan karena terlalu banyaknya rentetan perkara yang terungkap oleh KPK. (wan/ono)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional